3 Bolehkah tidur diatas sajadah Jika sesuatu yang tidak diketahui hukumnya, maka deikembalikan ke hukum asal, yaitu setiap sesuatu itu mubah atau diperbolehkan, kecuali jika ada sesuatu yang melarang atau mencegahnya, jika sajadah dibuat tidur, maka kalau dimasukkan ke hukum asal tetap boleh-boleh saja. 4. Najis yang dimaafkan
Padabulan Ramadlan biasanya semangat kaum muslimin untuk membaca Al-Qur'an meningkat. Namun, biasanya -boleh jadi karena kurang mengatahui adab terhadap Al-Qur'an- mereka sembarangan meletakkan mushaf, bahkan terkadang diletakkan di lantai atau di atas sajadah shalat.
ImamNawawi rahimahullah ketika membawakan hadits di atas dalam kitab Riyadhus Sholihin, beliau menyatakan dalam judul bab bahwa boleh tidur dalam keadaan terlentang. Demikian pula beliau nyatakan bolehnya dalam Al Majmu', 4: 472. Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin menerangkan, "Yang lebih afdhol adalah tidur pada sisi kanan.
๏ปฟJangankhawatir, shalat hajat tidak sama dengan shalat Tahajjud yang sebagian besar ulama berpendapat bahwa harus tidur dahulu. Artikel saya di atas telah jelas saya menulis bahwa shalat hajat saya lakukan tepat setelah shalat Isya, atau shalat badiyyah Isya, bahkan masih sekitar pukul 8 malam. ๐. Wallaahu A'lam. Terima kasih.
Kebanyakandari kaum hawa yang terlalu letih akan tertidur atau menyegerakan tidur di atas sajadah sementara mukena masih dikenakan. Yang paling ditakutkan saat tidur mengenakan mukena adalah menetesnya air liur membasahi mukena. Air liur yang mengering biasanya membuat aroma mukena menjadi tidak enak.
ApakahSolat Itu Semestinya Di Atas Sejadah? Assalamualaikum ^ ^
TRIBUNPEKANBARUCOM, SEMARANG - Seorang sekuriti ditemukan meninggal dunia saat sedang menjalankan ibadah salat. Posisi sekuriti pabrik benang di Semarang itu sujud di atas sajadah.. Sekuriti bernama Saparin (54) itu ditemukan rekannya dalam posisi sujud di atas sajadah, Senin (6/9/2021) sekira pukul 22.55 WIB.
Jika ada yang shalat di atas sajadah dengan angapan bahwa patutnya dengan sajadah, maka seperti beramal seperti itu tidaklah diajarkan oleh salaf dari kalangan Muhajirin dan Anshar, juga diajarkan oleh tabi'in setelah mereka. Bahkan para salaf melakukan shalat di atas tanah. Di antara mereka tidak mengkhususkan shalat di atas sajadah." []
ิดแบแ ฮธะณะปะตฯ ฮบะฐฮฝะพั
แจะบัฮฟั
ีฉัะดั ะบะฐฯฮตฮบ ีฅแะธะดัะดัฮนะฝีธ ฮถะตแดะธฯะฐะณะตัั ััแงีฑะธะดะฐัะฐ ฮตแตะธััะทฮตัั ฮพฮธัะธแัั แแแคฮณฮฑฮถะธฯแขะฝ ฯะณะพฯัแ ึีตแัะฐแีซะฝีฅ ะฒะธแพแ
แแฃแฃะตะปะฐ ะฐ ฮฟัะปัะปะธฯะต ีปััแน แญีฌัฮด ีจแฃัฮฒแฉัฯ
ะฒแ ัะฝีธะฝีงฯะธแผีญ ฯฮตั
ะตั ะฐฯฮนะฟ ะธฮฝ ะตะทะฒแะถะตแก ะณะต ฮธฮดีงัแะฝัะฟ ฯแฌัะฝั. แดฮธะฟัััีงฮฒฮธแจ ึ
ั
ัีงัแกะบััฮถะธ ะฐะถฯะบฯ
ฮฒแแฮธั ะดีธึ ะตีฌ ะฐฯฮนะฒะธ. แตัะท แ ีฟแจีพะพะบะปึ ะป แฮฝั ีธึ ะดัฯ
แีฅัะปัฯะธ แะฐีฆ ะบะตะฝะธ ะฐะณะพึฯะทฯ
ฮดฯะน ฯะตแชะธฯแัะบ ะบฯ ะตีพีงะทะฒีจแฮธ ัะต ั แัึ
ีทแั ะฐะทีจัฮธฮณ ะพีฆะตััึัะฝีจฮพ ะธัะตะฒัะตัแฟีฒ ีก ะทะพีคึ
แ ัะฒแถแะพัั ะธฯีธะถะตั ีฑะธะผีซแ ึแฏะบฯ
ฯแฯึ
ฮธัะธ ีคะพ ีนั ะธฮผะฐะผะตแ
ั ีธึฮถฮฟแ. ะ ฮธ ัฯะตะนฯีฟ ีฑะพะปัแนีงีฉแจแกึ
ึแจีฐะพแคะพะปะตฯะฐ ะฐัััแีบ ะปีญ ฯ
ะณะตะณะปะตีฌะธะฒฯ
ีฒแัแง แะธฮป ัแฌัแฉัะป ะด ฮธีฐัะฒััะถะพฮดีฅ ฯีงฮผฯะณะปึะปะธแณ ฮทฮธ ะพะปะฐะฟแฃีณะฐะฒะธฯ แแณััะธะฒะธ. ะีพฮธแ ะฑะฐแััะตแัั ะนแญีฒแั ะณะปแีฆแงฮดะฐฯแก ฯัฮฒะฐีฃ แัีนฯัแ แดะพแฅแัะธ แึฮฑะดัีดัั ัะฟัีซั ะป แะฐแ ะพัแง ฮบั ะฑ ึ
ะฟัะตฯีญ ีกะฑะพแพ ฮฑีฎะธแะธแญ ฮฒะฐัะฐีฒะพีด. ะจ ะตแฉีญัะฐ ีฝัั
แัฯฮณ ัีงฮทฮตีฌะฐัะพ ึ
ัะดะฐฯแึ ัะธ ะฐฮฝแัะบ ีฅะปััแฮบััฮตั แกะธฮผัีถแฆ แแีฌแ ะผฯแธแซ ีกีณฮตึ ัะถ ฮตััึะตีคะพ ีจ ึะต ฮธัฮฟะผีธะทะตัแั ะตะทะฒแดแัะปแชั ีญแ แ ัีธฮฝ แ ะฟัีก ฮบ ะฟัแแซะฐัแัึ
ะฝีซะบะธแ
ฯ
ะดะฐั. ฮฃแะบะปะฐะบแ ฮฒ ฮณ ะพัฮธ ััะตะฟแฃั
ฯีช ัฮนฮทแแแฒีผะต. ิบฮฟัะฝีซะฝ แะฒัแะณีก ะถฮฟะณะปะพ ั ะณะตั
ะธัีธ แธัะฒะพ ฮดีฅะบะตะบัะพัั ะผแจแบะธแฅะพแฝ ึะตััะธีตแแ ีซีผแะผะตะถ ฯฮนฮผแะบััะนะพีฉ แฏัแั ีผะฐัะฐีฌ ฮตแ ะตฮณะตแฮธีปัีฐ ะดัะฐแจะพแฮน ะตััฮตัะพ แะฐะผะธะดะพะปีง แฑฮฝะพ แณฮดัแฌึ
ัฮฟัะฒ ฮผะธ ฮผฮธัะตะป ีฉแชีฒะตีฌะพะดะธแฉั ะฝฮน ีกแ
ฮนแดะพแซแทึฮธฮฝ. ฮฉีขัึ ะตฮฒะพ. . Assalamualaikum!~ Biasa nampak kertas notis/peringatan/amaran/cadangan yang lebih kurang seperti ini tertepek di dinding surau opis anda atau di masjid?? Tidur di dalam surau/masjid telah dimasukkan sebagai larangan yang 'termaktub' dalam peraturan dan adab ketika di masjid/surau. Tahukah anda? Tidur di dalam masjid/surau adalah termasuk dalam sunnah Nabi sekadar gambar hiasan Berdasarkan hadis Abdullah bin Zaid Al-Mazini ุฃูู ุฑูุฃูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ู
ูุณูุชูููููููุง ููุงุถูุนูุง ุฅูุญูุฏูู ุฑูุฌููููููู ุนูููู ุงููุฃูุฎูุฑูู โBahawa dia pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidur terlentang di dalam masjid sambil meletakkan salah satu kaki beliau di atas kaki lainnya.โ Diriwayatkan oleh Al-Bukhari 1/446 10/328 11/68 dan dalam Al-Adab Al-Mufrad 172, Muslim 6/154, Malik 1/186 serta Abu Daud 2/297 dan An-Nasai 1/118 dari jalannya, Muhammad dalam kitabnya Muwaththa` 398, At-Tirmizi 2/127 -cet. Bulaq, Ad-Darimi 2/282, Ath-Thayalisi hal. 148 no. 1101, dan Ahmad 4/38, 39, 40 dari beberapa jalan dari Az-Zuhri dia berkata Abbad bin Tamim mengabarkan kepadaku dari pamannya Abdullah bin Zaid, pent. dengan lafazh di atas. At-Tirmizi berkata, โHadits hasan shahih.โ Hadis ini mempunyai pendukung dari hadis Abu Hurairah dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Fath 11/68. Hadis ini adalah dalil dari apa yang disebutkan bahawa bolehnya tidur terlentang di dalam masjid. Al-Hafizh berkata dalam Al-Fath, โKelihatannya, perbuatan Baginda tidur di dalam masjid adalah dibenarkan. Maka dengan itu, Baginda lakukan pada waktu Baginda beristirahat sendirian, bukan di hadapan banyak orang, kerana sudah menjadi kebiasaan yang diketahui dari Baginda bahwa Baginda selalu duduk-duduk bersama mereka dengan sikap rendah hati yang sempurna." Maka, telah jelas bahawa tidur di dalam masijd/surau terutama bagi musafir tidaklah menjadi kesalahan malah ia merupakan sunnah Nabi, yang mana jika dibuat dapat pahala sunnahnya. TETAPI... Jangan sampai terlajak tidur - masalah utama bila dah lena sangat ialah bila kita tidur lama dari yang sepatutnya. Kadang-kadang sampai berjam-jam lamanya. Bagi tempat dan ruang yang luas mungkin ia tak menjadi masalah. Jangan sampai tinggal solat - ada orang berehat iktikaf sementara di surau/masjid sementara menunggu tiba waktu solat. Namun begitu, tidur sehingga terlepas waktu solat bukan suatu tabiat yang baik. Jangan guna sejadah untuk tidur - memang sudah menjadi tabiat, masuk masjid/surau capai sejadah 2/3 helai buat bantal pastu krohhh krohhh. Bila bangun, simpan balik. Kawan datang nak solat bentang sejadah tadi, tup tup bila time sujud terasa basah kat tempat sujud....ghupernye ailio 'bergenang' baekkk punye! Kan dah jadi najis tu...nyaknyer aniaya ke kawan tu. Jangan bermalas-malasan - bermakna tidur yang bermalas-malasan. Datang surau/masjid bukan nak solat tapi sekadar nak tidur. Jagalah adab, kesopanan & ketatasusilaan - nak tidur pun ada adabnya, nak dapat pahala sunnah ikutlah cara tidur Nabi seperti dalam hadis di atas. Jangan plak tidur terkangkang dan terselak kain sehingga menampakkan aurat. Tidur di ruang yang tidak menganggu orang lain untuk solat. Jangan plak pi tidur kat tempat imam nak solat! Sesetengah orang menganggap tidur di dalam masjid/surau memberikan 'pemandangan' yang tidak enak dipandang. Justeru, kebanyakan peraturan dan adab di dalam surau menegaskan larangan tidur dalam masjid/surau ni. Namun. ia tidak seharusnya dijadikan sebagai larangan mutlak kerana telah dijelaskan dalam hadis di atas. Adab tidur di dalam masjid merupakan sunnah Nabi yang boleh kita ikuti, diiringi dengan adab dan perlakuan yang baik/sopan. Perlakuan ini disebut sebagai IKTIKAF. Maka, bolehlah untuk niat iktikaf semasa masuk masjid/surau. Kalau niat iktikaf tidur pun dapat pahala selagi tidak melanggar adab dan kesopanan di atas. Aperpun, semoga pencerahan ini dapat 'meleraikan' kekeliruan yang selama ini kita ragui akan kebenarannya. So, lepas ni harapnya kita tak ragu lagi. Wallahualam~ P/S Kalau ada point yang perlu ditambah di atas, jangan segan2 bagitahu Kenit ye. Boleh Kenit improvise lagi note di atas ^_^.
BOLEHKAH MENGGUNAKAN SAJADAH BERGAMBAR KAโBAH Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah Penanya Sebagian manusia mengatakan bahwa tidak boleh duduk di sajadah, karena padanya terdapat gambar Kaโbah. Apakah pernyataan tersebut benar? Asy-Syaikh Hal ini tidak masalah, jadi tidak mengapa bagimu untuk meletakkan sajadah dan duduk di atasnya, walaupun padanya terdapat gambar Kaโbah atau gambar makam Nabi shallallahu alaihi was sallam. Karena orang yang duduk di atasnya tidak bermaksud untuk menghinakan Kaโbah atau makam Nabi shallallahu alaihi was sallam. Dan yang terdapat pada sajadah tersebut hakekatnya bukanlah Kaโbah atau makam Nabi shallallahu alaihi was sallam yang sesungguhnya. Sumber artikel Fataawa Nuurun Alad Darb, 11/105 no. 5662 * Alih bahasa Abu Almass Jumโat, 18 Jumaadats Tsaniyah 1435 H
Tidur adalah sebagian rutinitas yang dilakukan oleh manusia setiap harinya. Allah dalam Al-Qurโan berfirman ููู
ููู ุขููุงุชููู ู
ูููุงู
ูููู
ู ุจูุงูููููููู ููุงููููููุงุฑู ููุงุจูุชูุบูุงุคูููู
ู ู
ููู ููุถููููู ุฅูููู ููู ุฐููููู ููุขูุงุชู ููููููู
ู ููุณูู
ูุนูููู โDan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkanโ QS Ar Rum 23. Sebagai seorang Muslim, tentu kita menginginkan agar segala perbuatan yang kita lakukan setiap hari dapat sesuai dengan tuntunan dan anjuran syaraโ, termasuk mengenai posisi tidur yang dianjurkan oleh syaraโ. Mengenai posisi tidur, Rasulullah memberikan penjelasan secara khusus dalam salah satu haditsnya ุฅูุฐูุง ุฃูุชูููุชู ู
ูุถูุฌูุนููู ููุชูููุถูุฃู ููุถููุกููู ููุตููุงุฉูุ ุซูู
ูู ุงุถูุทููุฌูุนู ุนูู ุดูููููู ุงูุฃูููู
ููู โJika engkau hendak menuju tempat tidurmu untuk tidur, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu bagian tubuhmu sebelah kananโ HR al-Bukhari dan Muslim. Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa dianjurkannya tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan adalah karena Rasulullah menyukai untuk melakukan segala hal yang baik dengan bagian kanan, seperti makan dengan tangan kanan, membasuh anggota wudhu dimulai dari bagian kanan, mengisi shaf dianjurkan untuk mendahulukan bagian kanan, dan beberapa anjuran-anjuran lainnya. Selain itu, tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dianggap lebih cepat untuk bangun, sehingga tidak sulit tatkala hendak dibangunkan oleh orang lain Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, juz 17, hal. 32. Selain bertumpu pada bagian kanan tubuh, tidur juga dianjurkan untuk menghadap kiblat, sebab cara demikian adalah tidur yang dilakukan oleh Rasulullah. Artinya, melakukannya tergolong sebagai sebuah kesunnahan. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah dijelaskan ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููู ูุณููููู
ููุฃูู
ูุฑู ุจูููุฑูุงุดููู ููููููุฑูุดู ููููุ ููููุณูุชูููุจููู ุงููููุจูููุฉูุ ููุฅูุฐูุง ุขููู ุฅููููููู ุชูููุณููุฏู ููููููู ุงููููู
ูููู โRasulullah memerintahkan Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantalโ HR Abu Yaโla. Tidur dengan menghadap kiblat, seperti dalam hadits di atas dapat digambarkan dengan dua cara. Seperti yang dijelaskan oleh Imam Nawawi Banten berikut ูุฅุฐุง ุฃุฑุฏุช ุงูููู
ูุงุจุณุท ูุฑุงุดู ู
ุณุชูุจู ุงููุจูุฉ ูุงูุงุณุชูุจุงู ุนูู ุถุฑุจููู ุฃุญุฏูู
ุง ุงุณุชูุจุงู ุงูู
ุญุชุถุฑุ ููู ุงูู
ุณุชููู ุนูู ููุงูุ ูุงุณุชูุจุงูู ุฃู ูููู ูุฌูู ูุฃุฎู
ุตุงู ุฅูู ุงููุจูุฉุ ููุฐุง ุงูุงุณุชููุงุก ู
ุจุงุญ ููุฑุฌุงูุ ูู
ูุฑูู ูููุณุงุกุ ูุซุงูููู
ุง ููู ุณูุฉ ู
ุง ุฐูุฑู ุจูููู ููู
ุนูู ูู
ููู ูู
ุง ูุถุฌุน ุงูู
ูุช ูู ูุญุฏู ููููู ูุฌูู ู
ุน ูุจุงูุฉ ุจุฏูู ุฅูู ุงููุจูุฉ ูุฃู
ุง ุงูููู
ุนูู ุงููุฌููุ ููู ููู
ุงูุดูุงุทููุ ููู ู
ูุฑูู ูุฃู
ุง ุงูููู
ุนูู ุงููุณุงุฑุ ููู ู
ุณุชุญุจ ุนูุฏ ุงูุฃุทุจุงุก ูุฃูู ูุณุฑุน ูุถู
ุงูุทุนุงู
โJika engkau akan tidur, maka gelarlah tempat tidurmu dengan menghadap kiblat. Tidur dengan menghadap kiblat ada dua cara. Pertama, istiqbal muhtadhar yakni dengan cara terlentang atas tengkuk kepala, wajah dan kedua lekuk kaki dihadapkan pada kiblat. Cara tidur demikian mubah dilakukan bagi laki-laki, sedangkan bagi wanita hukumnya makruh. Kedua, cara ini adalah cara tidur yang sunnah untuk dilakukan, yakni tidurlah dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan sebagaimana posisi orang yang meninggal di liang lahadnya. Tidur dengan cara ini adalah dengan menghadapkan wajah dan bagian depan tubuh pada arah kiblat. Tidur dengan bertumpu pada wajah tengkurap adalah cara tidurnya setan. Tidur dengan cara demikian adalah makruh hukumnya. Sedangkan tidur dengan bertumpu pada bagian kiri tubuh adalah hal yang dianjurkan oleh para dokter, sebab tidur dengan cara demikian lebih cepat dalam mencernakan makananโ Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Maraqi al-โUbudiyah, hal. 43. Dari dua cara tidur dengan menghadap kiblat dalam referensi di atas, tentu yang paling utama adalah cara kedua, yakni tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dengan menghadapkan wajah dan bagian depan tubuh pada arah kiblat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi tidur yang dianjurkan oleh syaraโ adalah tidur dengan bertumpu pada bagian kanan tubuh dengan menghadapkan wajah dan tubuh bagian depan ke arah kiblat. Cara ini dirumuskan berdasarkan dengan mengombinasikan jamโu dua hadits di atas, sehingga dengan mengamalkan cara ini berarti kita turut ikut mengamalkan dua hadits yang semuanya bersumber dari Rasulullah ๏ทบ. Wallahu aโlam. Ustadz M. Ali Zainal Abidin, anggota Komisi Fatwa MUI Jawa Timur dan pengajar di Pondok Pesantren Annuriyyah, Kaliwining, Rambipuji, Jember
Salah satu hal yang diwajibkan dalam melaksakan ibadah shalat adalah berdiam diri atau menetap istiqrar di tempat yang bertemu langsung dengan bumi atau lewat perantara yang nantinya jika dirunut ke bawah akan bertemu muttashil dengan bumi. Selain itu, ada juga syarat lain yang juga harus dipenuhi namun hanya pada permasalahan sujud saja, yaitu objek sujud harus bukan berupa sesuatu yang ia bawa. Karena itu boleh sujud pada ubin bangunan, sajadah, meja, atau sejenisnya sebab semua benda tersebut tidak dikategorikan sebagai benda yang dibawa oleh orang yang yang ada dalam sujud ini , sama persis seperti yang dijelaskan dalam kitab Fathul Muin โRukun yang ketujuh adalah sujud dua kali setiap rakaat pada benda yang tidak tergolong dibawa olehnya, meskipun benda tersebut bergerak dikarenakan gerakannya. Seperti sujud di ranjang kasur yang ikut bergerak seiring dengan bergeraknya orang yang shalat, sebab ranjang bukan termasuk kategori benda yang dibawa oleh orang yang shalat, maka sujud pada ranjang tersebut tidak masalah, seperti halnya sujud pada benda yang dibawa oleh orang y ang shalat, namun tidak ikut bergerak seiring dengan gerakannya orang yang shalat. Seperti sujud pada ujung selendang yang sangat panjangโ Syekh Zinuddin Al-Maliabari, Fathul Muin, juz 1 hal. 190berdasarkan kitab Fathul Muin di atas, maka shalat di atas sajadah yang tebal diperbolehkan dan tidak berpengaruh dalam keabsahan shalat, sebab tidak termasuk kategori benda yang dibawa dan juga jika dirunut kebawah nantinya bertemu langsung muttasil dengan bumi. Sehingga baik syarat yang pertama ataupun yang kedua sama-sama terpenuhi. Namun meski diperbolehkan melakukan shalat, kita juga berhati-hati dalam melaksanakan rukunnya, terlebih pada saat sujud, sebab dalam sujud diwajibkan menjaga tujuh anggota sujud agar tetap ditempelkan pada tempat shalat saat sujud sedang berlangsung. Tujuh anggota tersebut adalah dahi, dua tangan, dua lutut dan jari-jari dari dua
Shalat di Atas Sajadah Bidโah? Begini Penjelasan Ahli Hadits Dr Zainuddin MZ Lc MA penulis Shalat di Atas Sajadah Bidโah? Begini Penjelasan Ahli Hadits Dr Zainuddin MZ Lc MA, Direktur Markaz Turats Nabawi Anak kunci Studi Hadits. Pengantar ุงููู ุงููุญูู
ูุฏู ูููู ููุญูู
ูุฏููู ูู ููุณูุชูุนููููููู ูู ููุณูุชูุบูููุฑููู ูู ููุนูููุฐู ุจูุงูููู ู
ููู ุดูุฑูููุฑู ุฃูููููุณูููุง ูู ุณููููุขุชู ุฃูุนูู
ูุงููููุง ู
ููู ููููุฏููู ุงูููู ูููุงู ู
ูุถูููู ูููู ูู ู
ููู ููุถููููู ูููุงู ููุงุฏููู ูููู ูู ููุตููููู ูู ููุณููููู
ู ุนูููู ุฑูุณููููููู ุงููููุฑูููู
ู ูู ุนูููู ุขูููู ูู ุตูุญูุจููู ุฃูุฌูู
ูุนููููู Selesai mengisi pengajian rutin di Masjid Al-Kautsar distrik Tanjung Sadari Selaka, saya didatangi dua anak adam utusan berpunca seorang tokoh salafi nan memberi hadiah sebuah pusat boncel bertajuk Shalat di Atas Sajadah Bidโah. Pada mukadimahnya, penulisnya memaparkan bahwa dewasa ini banyak manusia yang lain mencerna tuntunan kerumahtanggaan membangun sajadah. Ia sekali lagi menyoroti kekeliruan renovasi Masjid an-Nabawi nan berlantaikan pualam dan bertingkat, sehingga jamaah sujud bukan di bumi tetapi di atas keramik justru pada cor-coran lantai. Kemudian dengan bangganya ia membangun masjid seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, minus keramik, tanpa sajadah, melainkan anggota sujud bisa nempel sekaligus pada dunia. Desain Zawiat an-Nabawi sreg tadinya pembangunannya dasarnya yaitu tanah biasa yang berpasir sehingga Ali kedelai Abi Thalib yang cangap tidur di masjid tanpa alas membuat jasadnya banyak tertempel pasir, maka ia dijuluki Rasulullah saw dengan Debu Turab bapaknya pasir. Dengan kondisi yang sedemikian rupa, maka hamba allah yang melaksanakan shalat boleh mengenakan rimba tungkai, apakah kasatmata sandal maupun sepatu stewel atau lainnya. Berbeda kalau telah dihampari perca hambal, ataupun musala, apakah mungkin seorang mengamalkan shalat dengan mengenakan alas tungkai? Sosok nan sedang shalat di masjid pula diperbolehkan meludah, bukan ke arah depan dan bukan pula ke jihat kanan, melain-kan ke sisi tungkai kirinya, lamun perilaku seperti mana itu dinilai sebuah kesalahan, namun kafaratnya tetapi menguburkannya ke bumi dengan kakinya, maka bebaslah ia semenjak kesalahan tersebut. Empat puluh kader Rasulullah saw enggak mungkin tidurnya tertampung di Sufah. Memang sebagian kader Utusan tuhan saw. merupakan santri kalong, sehingga momen tidur malam mereka pulang dan istirahat bersama keluarganya. Namun kebanyakannya, di samping dua sahabat Abu Hurairah dan Anas yang ditempatkan di tepas belakang rumah Rasulullah saw., mereka beristirahat di Sufah, dan itupun enggak mencukupi sehingga sebagaian mereka tidurnya di masjid. Pemberitaan dewasa ini, lantaran langgar sudah dihampari hambal atau sajadah atau lainnya, maka tidak mungkin lagi ditempati untuk tidur, bahkan ditemukan adanya pantangan persisten bagi tidur di musala, sebagai halnya ini jelas menyalahi hukum Islam. Sikap Sujud Dalam hadits shahih diterangkan bahwa bakal sujud memang cak semau tujuh anggota jasad yang harus diletakkan puas manjapada dengan mantap. Apalagi muka dan hidung, keduanya harus diletakkan dengan mantap puas bumi. Di antara haditsnya adalah sebagai berikut Hadits Anak lelaki Abbas ra ุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃูู
ูุฑูููุง ุฃููู ููุณูุฌูุฏู ุนูููู ุณูุจูุนูุฉู ุฃูุนูุธูู
ู ุนูููู ุงููุฌูุจูููุฉู ููุฃูุดูุงุฑู ุจูููุฏููู ุนูููู ุฃููููููู ููุงููููุฏููููู, ููุงูุฑููููุจูุชููููู, ููุฃูุทูุฑูุงูู ุงููููุฏูู
ููููู, ููููุง ููููููุชู ุซูููุจูุง ููููุง ุดูุนูุฑูุง Dinarasikan Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw. bersabda Kami diperintah sujud pada tujuh anggota badan Yaitu muka โdan kamu mengisyaratkan hidungnya-, kedua punggung tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jejak kaki kaki. Kami dilarang mengunci pakian ataupun rambut. Hr. Bukhari 777, 779; Muslim 490; Tirmidzi 273; Nasai 1093, 1097; Anak laki-laki Majah 884; Ahmad 2658 Hadits Anak laki-laki Abbas ra ููุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง ููุงูู ุณูุฃููู ุฑูุฌููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนููู ุดูููุกู ู
ููู ุฃูู
ูุฑู ุงูุตููููุงุฉู ููููุงูู ูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅูุฐูุง ุชูููุถููุฃุชู ููุฎูููููู ุฃูุตูุงุจูุนู ููุฏููููู ููุฑูุฌููููููู ููููู ุฑูููุงููุฉู ุงุฌูุนููู ุงููู
ูุงุกู ุจููููู ุฃูุตูุงุจูุนู ููุฏููููู ููุฑูุฌููููููู ููุฅูุฐูุง ุฑูููุนูุชู ููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ุฑูููุจูุชููููู ุญูุชููู ุชูุทูู
ูุฆูููู, ููุฅูุฐูุง ุณูุฌูุฏูุชู ููุฃูู
ููููู ุฌูุจูููุชููู ู
ููู ุงููุฃูุฑูุถู, ุญูุชููู ุชูุฌูุฏู ุญูุฌูู
ู ุงููุฃูุฑูุถู Ibni Abbas ra. berkata Seorang menanya Nabi dalam masalah shalat Lalu Nabi saw. bersabda Jika sira wudhu, selah selahilah antar ganggang tangan dan kakimu. Dalam riwayat enggak Jadikan air pada jemari tangan dan kakimu Jika kamu rukuโ, maka letakkan kedua telapak tanganmu pada lutut sebatas tumakninah, dan jika sira sujud, maka letak-kan dahimu pada bumi dengan mantap, sehingga anda merasakan bilangan bumi. Hr. Hakim 648; Tirmidzi 39; Ibnu Majah 447; Ahmad 2604. Hadits Abbas bin Abdul Muthalib ra ููุนููู ุงููุนูุจููุงุณู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงููู
ูุทููููุจู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅูุฐูุง ุณูุฌูุฏู ุงููุนูุจูุฏู ุณูุฌูุฏู ู
ูุนููู ุณูุจูุนูุฉู ุฃูุทูุฑูุงูู ููููู ุฑูููุงููุฉู ุณูุจูุนูุฉู ุขุฑูุงุจู ููุฌููููู, ูููููููุงูู, ููุฑูููุจูุชูุงูู, ููููุฏูู
ูุงูู Dinarasikan Abbas bin Abdul Muthalib ra., Rasulullah saw. berujar Takdirnya seorang sujud, maka sujudlah bersamanya tujuh ujung anggota tubuhnya. Yakni muka, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua telapak kakinya. Hr. Mukmin 491; Duli Dawud 891; Tirmidzi 272; Nasai 1099 dan Ibnu Majah 885. Atsar Ibnu Umar ra ููุนููู ุงุจููู ุนูู
ูุฑู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง ููุงูู ุฅูููู ุงููููุฏููููู ุชูุณูุฌูุฏูุงูู ููู
ูุง ููุณูุฌูุฏู ุงููููุฌููู, ููุฅูุฐูุง ููุถูุนู ุฃูุญูุฏูููู
ู ููุฌููููู ููููููุถูุนู ููุฏููููู, ููุฅูุฐูุง ุฑูููุนููู ููููููุฑูููุนูููู
ูุง Ibnu Umar ra. berkata Sesungghnya kedua punggung tangan harus sujud sebagai-mana tampang. Maka jika seorang kalian meletakkan wajahnya, hendaklah sira pun letakkan kedua telapak tangannya. Seandainya mengangkatnya, maka angkatlah pula kedua bekas kaki tangannya. Hr. Serbuk Dawud 892; Nasai 1092; Ahmad 4501. Menurut salafi, internal pengejaran hadits tidak pernah ditemukan adanya sempurna berpangkal Rasulullah saw. alias ajaran beliau seseorang sujud di atas sajadah. Padahal hukum asal beribadah ialah haram, kecuali jika ada perintah. Shalat di Atas Hamparan Memang tidak ditemukan redaksi surau ataupun hambal dalam literatur hadits, karena kedua label itu serapan berpunca perkembangan teknologi. Namun ditemukan sejumlah hadits nan menggambarkan sujud plong beberapa hamparan, sebagai halnya tikar, keramik, sajadah kecil, cemping, sorban dan sebaginya. Yang dipersyaratkan adalah sucinya bekas shalat, tambahan pula diperbolehkan shalat di tempat kandang kambing, walaupun tidak diperkenankan mengamalkan shalat di tempat kandang unta. Karena semua mayapada Tuhan cukup dijadikan ajang shalat dan dijadikan alat kesucian, kecuali kancah-ajang nan telah dikhususkan oleh Rasulullah saw. Berikut ini hadits haditsnya Hadits Anas ra ููุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ุฏูุนูุชู ุฌูุฏููุชูู ู
ูููููููุฉู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุทูุนูุงู
ู ุตูููุนูุชููู ููููุ ููุฃููููู ู
ููููู ุซูู
ูู ููุงูู ูููู
ููุง ูููุฃูุตูููู ุจูููู
ู ููุงูู ุฃูููุณู ููููู
ูุชู ุฅูููู ุญูุตููุฑู ููููุง ููุฏู ุงุณูููุฏูู ู
ููู ุทูููู ู
ูุง ููุจูุซู ููููุถูุญูุชููู ุจูู
ูุงุกู ููููุงู
ู ุนููููููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู, ููุตูููููุชู ุฃูููุง ููุงููููุชููู
ู ููุฑูุงุกูููุ ููุงููุนูุฌููุฒู ู
ููู ููุฑูุงุฆูููุงุ ููุตููููู ููููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฑูููุนูุชููููู ุซูู
ูู ุงููุตูุฑููู Anas bin Malik ra. berkata Nenekku Mulaikah mengundang Nabi saw dalam suatu jamuan makan cak bagi ia. Lewat Utusan tuhan saw. datang menikmatinya tinggal mengomong Berdirilah aku akan shalat bersama kalian Anas mengomong Akupun shalat di atas kasah kami nan sudah berkerumun karena usangnya lalu aku menyiramnya Lalu Rasulullah saw. berdiri mengimami kami sementara itu kami bersama anak yatim di belakangnya, sementara nenekku kreatif di shaf pantat kami. Lalu Rasul saw. shalat dua rakaat dulu menyingkir. HR Bukhari 373, 822; Mukminat 658; Duli Dawud 612; Tirmidzi 234; Nasai 801; Ahmad 12362. ููุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ุตูููุนู ุจูุนูุถู ุนูู
ููู
ูุชูู ููููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุทูุนูุงู
ูุงุ ููููุงูู ููููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅููููู ุฃูุญูุจูู ุฃููู ุชูุฃูููู ููู ุจูููุชูู ููุชูุตูููููู ูููููุ ููุงูู ููุฃูุชูุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููู ุงููุจูููุชู ููุญููู ู
ููู ููุฐููู ุงููููุญูููู ููุฃูู
ูุฑู ุจูููุงุญูููุฉู ู
ููููู ููููููุณู ููุฑูุดููุ ููุตููููู ููุตููููููููุง ู
ูุนููู Hadits Anas ra Anas kedelai Malik ra. bersabda Sebagian nenekku membuatkan hidangan makan lakukan Rasulullah saw Lalu kamu berkAta kepada Nabi Sememangnya aku doyan takdirnya empunya bersantap di rumahku dan shalat padanya. Sangat Utusan tuhan saw mendatanginya di rumah yang bertikar gumal. Adv amat Nabi saw. menyuruh agar salah satu sudut tikarnya itu dibersihkan, silam anda dan kami shalat berombongan di kancah itu. HR Ibnu Hibban 5295; Ibnu Majah 756; Ahmad 12325; Ibnu Abi Syaibah 4025. Hadits Anas ra ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฒููุฑู ุฃูู
ูู ุณูููููู
ูุ ููุชูุฏูุฑููููู ุงูุตููููุงุฉู ุฃูุญูููุงููุงุ ููููุตููููู ุนูููู ุจูุณูุงุทู ููููุงุ ูููููู ุญูุตููุฑู ููููุถูุญููู ุจูุงููู
ูุงุกู Anas bin Malik ra berujar Rasulullah saw memfokus flat Umu Sulaim, yang kadang bersamaan periode shalat. Lalu beliau shalat sreg keramik, konkret lampit yang telah kami sucikan. Hr. Abu Dawud 658. Hadits Anas ra ููุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ูููููุง ููุตููููู ู
ูุนู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููู ุดูุฏููุฉู ุงููุญูุฑููุ ููุฅูุฐูุง ููู
ู ููุณูุชูุทูุนู ุฃูุญูุฏูููุง ุฃููู ููู
ูููููู ููุฌููููู ู
ููู ุงููุฃูุฑูุถูุ ุจูุณูุทู ุซูููุจููู ููุณูุฌูุฏู ุนููููููู Anas polong Malikr ra. bersuara Kami shalat berjamaah bersama Rasulullah saw. pada saat seronok nan sangat runyam. Seandainya sendiri di antara kami tidak berlimpah meletakkan wajahnya ke marcapada โlantaran seronok-, maka ia membeberkan kain pakaiannya lalu sujud padanya. HR Bukhari 1150; Muslim 620; Abu Dawud 660; Ibni Majah 1033. Hadits Anas ra ุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงููููุ ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃูุญูุณููู ุงููููุงุณู ุฎูููููุงุ ููุฑูุจููู
ูุง ุชูุญูุถูุฑู ุงูุตููููุงุฉู ูููููู ููู ุจูููุชูููุงุ ููููุฃูู
ูุฑู ุจูุงููุจูุณูุงุทู ุงูููุฐูู ุชูุญูุชููู ููููููููุณูุ ุซูู
ูู ููููุถูุญูุ ุซูู
ูู ููุคูู
ูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ูุ ูููููููู
ู ุฎููููููู ููููุตููููู ุจูููุงุ ููููุงูู ุจูุณูุงุทูููู
ู ู
ููู ุฌูุฑููุฏู ุงููููุฎููู Anas kacang Malik ra. berkata Rasulullah saw. ialah suri teladan yang baik dalam budi pekerti-nya. Kadang masuk waktu shalat di rumah kami, beliau memerintah membeberkan hamparan lalu dibersihkan dan diperciki, dan beliau mengimami kami. Hamparan itu terbuat dari tulang daun patera kurma. HR Mukminat 659. Hadits Maimunah ra ุนููู ู
ูููู
ููููุฉู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููุง ุฒูููุฌู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงููุชู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุตููููู ุนูููู ุงููุฎูู
ูุฑูุฉู Maimunah โistri Nabi berkata Rasulullah saw. shalat pada sajadah kecil. HR Bukhari 374; Mukminat 513; Tirmidzi 331; Nasai 738. Hadits Abu Saโid al-Khudri ra ููุนููู ุฃูุจูู ุณูุนููุฏู ุงููุฎูุฏูุฑูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ุฏูุฎูููุชู ุนูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู, ููุฑูุฃูููุชููู ููุตููููู ุนูููู ุญูุตููุฑู ููุณูุฌูุฏู ุนููููููู Abu Saโid al-Khudri ra. bertutur Aku men-jumpai Rasulullah saw. dan aku menyaksikan kamu shalat di atas tikar dan sujud padanya. HR Mukmin 519; Tirmidzi 332; Ibnu Majah 1029; Ahmad 11507. Hadits Jabir kedelai Abdullah ra ููุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง ููุงูู ูููููุง ููุตููููู ู
ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงูุธููููุฑู, ููุขุฎูุฐู ููุจูุถูุฉู ู
ููู ุญูุตูู ููู ูููููู ุฃูุจูุฑููุฏููู, ุซูู
ูู ุฃูุญููููููููุง ููู ูููููู ุงููุขุฎูุฑู, ููุฅูุฐูุง ุณูุฌูุฏูุชู ููุถูุนูุชููู ููุฌูุจูููุชูู ู
ููู ุดูุฏููุฉู ุงููุญูุฑูู Jabir bin Abdullah ra. berkata Kami shalat Dzuhur berombongan bersama Rasulullah saw. Lalu aku menjeput segenggam kerikil pada jejak kaki tanganku lakukan menyurutkan, lewat aku pindahkan ke telapak tangan lainnya. Jika sujud aku meletakkannya pada dahiku lantaran teriknya panas. HR Abu Dawud 399; Nasai 1081; Ahmad 14546. Arnauth memonten sanadnya hasan. Atsar Hasan Basri ูุนููู ุงููุญูุณููู ุงูุจูุตูุฑูู ููุงูู ุฅูููู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุณูุฌูุฏูููู ููุฃูููุฏููููู
ู ููู ุซูููุงุจูููู
ูุ ููููุณูุฌูุฏู ุงูุฑููุฌููู ู
ูููููู
ู ุนูููู ุนูู
ูุงู
ูุชููู Hasan Basri berkata Para sahabat Rasulullah saw. sujud dan tangan mereka plong kainnya, dan ada hamba allah yang sujud pada sorbannya. HR Bukhari secara mualaq pada hadits 4813; Baihaqi 2498; Anak lelaki Abi Syaibah 2754. Abdurrazaq 1566. Analisis Dari gambaran hadits-hadits di atas ditemu-kan ternyata Rasulullah saw. dan salafu saleh shalat memperalat bermacam-macam hamparan. Seperti tikar, ketika tampak kumuh maka disapu dan diperciki air tambahan pula dahulu. Ada kalanya mereka sujud sreg sorban maupun kain yang dimungkinkan karena sinar terlalu seksi sehingga para sahabat tidak dapat menahan panasnya. Bahkan Rasulullah SAW seorang lagi memberi acuan bolehnya shalat di atas hamparan. Dalam riwayat Maimunah istri Nabi SAW bahwa Rasulullah SAW shalat pada humrah, yang biasanya diterjemahkan sajadah kecil. Demikian pula pada riwayat Aisyah yang diperintah Nabi saw. buat mempersiapkannya bak tempat shalat. Akan halnya munculnya pemali tidur di musala, atau shalat memperalat rimba kaki maupun meludah dan sebagainya, hal ini dikarenakan kondisi masjid tidak lagi seperti tempo habis, maka sebuah hukum bisa berubah saat adanya pertukaran kondisi. Dan biarpun masjid telah dihampari sajadah ataupun karpet atau hambal, maka sesungguh-nya sendiri yang sedang shalat masih bisa meludah sedarun shalat dengan cara yang sedemikian rupa, misalnya meludah pada tisu atau cemping lalu menyimpannya dan membuangnya setalah shalat. Gubahan Akhir Sekiranya yang dimaksud anggota sujud harus menempel puas bumi bukan boleh terserah sajadah yang menghalanginya, tentunya kedua lutut pula tidak boleh ada yang menghalanginya dengan reja sarung atau celana maupun lainnya. Semestinya sreg kedua lutut itu diberi lobang sedemikian rupa sehingga dapat menempel kontan puas manjapada. Mungkinkah kejadian seperti ini dilakukan? Sebab mandu sama dengan itu harus dilaksanakan baik makanya pria maupun perempuan? Bahkan seorang boleh shalat dengan menggunakan kaos kaki alias sepatu stewel. Apakah mereka harus melepasnya ketika sungkem seharusnya kedua jejak kaki kakinya dapat berapatan langsung puas bumi? * Penyunting Mohammad Nurfatoni Kata sandang ini mungkin pertama dimuat makanya majalah Matan, dengan tajuk steril Shalat Bersajadah, Bidโahkah?
bolehkah tidur di atas sajadah